5%

Postingan harakiri ini sih. Tapi semoga ini menjadi pengusir galau *alay detected*. Writing is such a therapy, I sought solace in every words written. Ishh..belon apa-apa udah melakonlis mewekis ajah *susut idung*.

Pagi tadi saya membaca satu artikel di salah satu koran lokal yang menuliskan perjuangan seorang wanita untuk menjadi Ibu. Dia dikaruniai keturunan setelah 8 kali mencoba IVF dalam kurun waktu 6 tahun. Wow!!

Disitu dituliskan kalo usaha untuk mendapat keturunan itu sangat “challenging” secara fisik, mental dan emosional. Se-toe-djoe *banana angguk-angguk*. Sampai pada satu bagian yang menuliskan persentasi kemungkinan terjadinya konsepsi natural per usia wanita. Yang mana untuk usia saya, persentasenya hanya 5% aja. Hiks 😦  Yahh bukannya ga tau sih, tapi tetep aja nyesek.

Kami sendiri awalnya santai, ga ngoyo. Mau pacalan dulu hihi. Sampai kemudian seorang sepupu mengingatkan saya soal usia. Bahwa saya berpacu dengan waktu. Saya sendiri juga miris sih ngebayanginnya kalo  nanti anak kami masi piyik sementara emaknya udah jompo. Hadeuhhh!!

So we tried to conceive. Ga sampe IVF sih, cuma menghitung masa subur. Minum susu persiapan kehamilan dan segala macam vitamin plus suplemen. Ada masa dimana saya merasa sangat stres. Anak kami akan menjadi cucu pertama di kedua keluarga, dan binar-binar harapan dari ibu saya, terutama, acap kali menjadi beban.

Alhamdulillah di bulan keenam, kami diberkahi dengan kehamilan. So there, my 5% chance. A big fat 5% chance.

Kemudian terjadilah ini.

Yang membuka mata saya kalo anak itu anugerah.  Betul-betul hak prerogratifNya.  Ga bisa diganggu gugat. Kalo balik lagi ke cerita saya di awal, wanita tsb akhirnya diamanahi keturunan setelah 8 kali upaya IVF. Not 1,  not 2 but 8!! *angkat topi*

Ato contoh yang nyata, adik saya yang sudah menikah 3 tahun (iya, saya dilangkahin). Usianya dan istrinya (alias adik ipar saya)  masi sama-sama muda. Mereka bekerja keras dan Alhamdulillah, bisa punya rumah dan mobil sendiri sekarang. Menyiapkan semua agar ketika keturunan itu dititipkan, semua telah tersedia.

Namun, hingga kini mereka masi berusaha.

Sementara istri sepupu saya, hamil sebulan setelah nikah. Kerja serabutan, rumah pun belum ada. Anaknya (yang berarti keponakan saya) lahir disaat sepupu saya sedang berusaha membangun usahanya sendiri.

Keturunan ga nongol begitu kita minta.

Saat semua infrastruktur dan kebutuhan terpenuhi.

Saat kita mau.

Wrong!

Ada Yang Maha Tahu yang akan menilai kesanggupan kita menjaga amanahNya. *mulai mewek…hara-kiri bener inihh*

His will and not ours. Definitely.

Semoga saya dan pasangan-pasangan yang mendamba keturunan dapat segera diamanahi anak yang shalih dan shaliha yang dapat menjadi qurrota a’yun bagi kami semua. Aamiin

 

Advertisements

9 thoughts on “5%

  1. Lisnandia Wulandari

    aah.. Banana.. Baca ini jadi pengen harakiri juga..
    Kaya aku ini, tinggal selangkah lagi gendong-gendong Embun, eh anaknya dipanggil..

    “Semoga saya dan pasangan-pasangan yang mendamba keturunan dapat segera diamanahi anak yang shalih dan shaliha yang dapat menjadi qurrota a’yun bagi kami semua. Aamiin”

    Aaamiiiin.. Semangat Banana..! *peluk*

    Reply
  2. emaknyashira

    bananaaaa, cik atuh geulis jangan nangis yah.
    Allah tahu yang terbaik, sepupu gw baru dikasih keturunan setelah 13 tahun menikah dan segudang usaha.
    Padahal kalo kasat mata kurang mapan dan berpendidikan apa mereka, tapi Allah tahu yang terbaik.
    Sini atuh aku peluuk sambil kita mamam pisang goreng yah?

    Reply
  3. Annisa Rizky

    Akkkkkkk.. mau pelukkkkk jugak.. pdhl baru mampir sekali ini ke bl8g nya :))) hehehe.. slm kenal y mb cantik… senasippp kita yah.. klo lg sedih nginget yg ky gini lgsg ngmg sndr “skenario Allah pst indah koq” sambil nahan nangis jungkir balik ala hua ce lei :p

    Reply
    1. NanaBanana Post author

      Mbaknyaaa…*berpelukan*
      salam kenal ya…biasanya cuma SR di blogmu nih *pengakuan*.
      Ayoo nulis lagi donggg.
      Ah senangnya bisa berbagi rasa…semoga kita dikuatkan ya…
      SkenarioNya pasti indah…inshaa Allah.

      Reply
  4. Pingback: Meet the gynae ~ my closure | ourlivetogether

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s