More than words

8839468-i-love-you-hd

Saying I love you
Is not the words I want to hear from you
It’s not that I want you
Not to say, but if you only knew
How easy it would be to show me how you feel
More than words is all you have to do to make it real
Then you wouldn’t have to say that you love me
‘Cause I’d already know

Ceuk ceunah lagu-na Extreme. Yang kurang lebih menggambarkan kalo ucapan cinta selayaknya disampaikan dalam tingkah laku dan tindakan.
Saya setuju banget dan meyakini kalo action echoes more than just words. Sebuah tindakan nyata jauh lebih berarti dari sejuta kata-kata.

Budaya kita seperti halnya budaya dan karakter orang-orang Negara Asia lainnya sangat kaku untuk hal ini. Beda banget ama bule-bule yang dengan terbuka ngobral kata ailapyu beserta dengan tindakan memeluk dsb. Hangat gitu ya keliatannya.

Nah, udah mah emang budaya semacam bule di atas itu ga ada di negara kita, saya sendiri termasuk orang yang lempeng sekali. Tiis alias berhati sedingin salju beku. Jadi saya ga anggep ungkapan cinta itu perlu. Yang penting  mah tindakan. Hidup aksi!!! *tangan dikepal*.

Sampai sekitar 10 tahun yang lalu. Dalam pesawat menuju Jepang untuk urusan kerjaan,  saya sibuk komat kamit berdoa. Turbulensi cukup terasa dan pesawat rasanya oleng dan ga stabil. Karena penerbangan tengah malam, diluar kliatan item doang. Jujur, jantung rasanya udah melorot ke lutut saking gentingnya karena turubulensi malam itu terasa beda. Lebayatun ye? Apapun itu, saya sampai berdoa, “Ya Allah, sekiranya ada apa-apa (iyee, saya udah kalut bin desperado kala itu), Engkau tahu kalau saya tengah dalam perjalanan untuk menjalankan tugas dan bukan sedang berbuat maksiat.” Intinya mah udah pasrah rah rah. Kemudian saya teringat ibu saya, Masya Allah, saya belum pernah menyampaikan betapa saya sayang banget ama ibu. (nulis gini kok bikin ermata menitik yak…hiks). Aduuhh…piye nih, gimana kalo ga ketemu ibu lagi. Iyee, keknya saya udah lebay dari orok deh.

Di momen itulah, saya nyesel. Saya sadar kalo rasa sayang, cinta kasih itu perlu juga disampaikan.

Hamdallah, setelah turbulensi yang membabibuta, akhirnya semuanya membaik. Tapi pengalaman itu begitu membekas sampai saya  bertekad untuk mengungkapkan rasa sayang saya pada keluarga (kan jomblo tea haha). Awalnya, yah malu-malu haha. Saya memulainya dari adik-adik saya. Setelah terbiasa, akhirnya cuss bilang I love you di tiap akhir percakapan telpon. Pun saat ber-sms. Nyess rasanya ketika membaca sms dari ibu yang berisi doa dan tulisan, “I love you too”. *susut aermata*.

Sekarang setelah menikah, gimana nih?

Awalnya yahh harott bener bilang I love you. Sebelon tidur pasti saling mengucap (via WA..hihi). Makin kesini, ucapan itu tergerus oleh rasa kantuk *yawn*. Padahal kawin baru 9 bulan, makk!! *histeris* Apa kabar 5 atau 10 tahun mendatang?  😦

Katanya makin lama usia pernikahan, hal-hal seperti ngucapin I love you ini bakal jarang dilakukan. Bukan karena tak saling sayang lagi, but simply because the couples are occupied with thousands other things. Dulu itu pernah baca challenge untuk bilang i love you (via SMS) ke pasangan dan sharing apa reaksi pasangan. Kocak-kocak deh, karena ada yang njawab ” pasti ada maunya nih. mau apa?”.

Ndilalah, ini juga terjadi pada kami. Suami pagi-pagi kirim WA I love you. Jawaban saya? Ih, tumben *dilempar guling*.

Baruuu 9 bulan, makk!!! *histeris sambil lari-lari keliling taman*.

Ga benerrrr!!! Maka, demi menghidupkan dan menyuburkan rasa cinta (eciee), saya memulai kebiasaan (saling) mengucapkan rasa cinta ini. Tau dan kerasa banget kalo suami tuh sayang ama saya. Cinta mati kalo kata temen-temen saya mah. Tapiiii…hati sapa sih yang tak akan tergetar kalo si dia juga berbisik lirih “aku sayang kamu”?

So, I’m saying YES to both ACTION and WORDS.  I guess I’m just being greedy for having the cake and wanting to eat it too.

Buat yang baca (kalo ada..hihi), have you told your spouses (or, parents, siblings perhaps?) that you love him/her?

Buat Pak Camih (kalo baca haha), Wufyuu hon *gigitidung* 🙂

 

Advertisements

6 thoughts on “More than words

  1. Pingback: Why it matters | ourlivetogether

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s