Eating crow

Alias ketulah (biar  gaya judulna pake englais haha)

Seorang kawan,sebut saja Mawar (berasa Koran lampu merah yak? Krik krik) yang menikah ga lama setelah saya  tengah hamil saat ini. Sepi-sepi aja dan ga ada woro-woro di media social. Ada sih, but in subtle way, semacam status “mabok karena makan kerupuk sekarung”. Kan saru yak, apa mabok karena maruk ato karena lagi hamil hihi. Saya sendiri baru ngeh setelah kehamilannya menginjak usia 5 bulan.

Alasannya ga woro-woro secara gegap gempita karena seorang kawan yang lain,sebut aja Melati, yang belum dikaruniai keturunan pernah menulis kalo dia “galau” mendapati status atau berita gembira tentang kehamilan ini. Galau karena pastinya turut senang, namun hatinya pun turut pilu karena belum jua diamanahi keturunan. Mawar ga mau kalo kabar bahagianya nambah-nambahin beban pikiran Melati.

Padahal kan berita gembira mah seliweran di timeline medsos yang kita ikuti dan sama sekali ga bisa kita setop. Sebenernya Melati ini termasuk cepet dikasi jodohnya loh, dibanding saya yang dicap “ga laku”. So, saya ga ngerti kenapa ada rasa galau tersebut. Inyong ora ngertiiii.

Saya ngerasa kalo Melati ini lebay deh. Biasa aja keleuss!!

Sampe kemudian saya mengalami ini.

Eating crow, totally. *berasa pengen gali lubang trus nimbun diri saking malunya.

Saat itu dunia rasanya runtuh *lebhey. Jujur saya merasa iri, teramat sangat iri melihat kawan-kawan yang diamanahi keturunan. Hati teriris ketika sepupu yang menikah tak jauh dari saya satu demi satu melahirkan anak yang sehat nan lucu.Pun ketika tau kalo ternyata Mawar hamil without even trying,,eh maksudnya, tau-tau hamil ga direncanain samsek. Pedihnya itu disini kakaaa *tunjuk dada.

Mulai deh, semua terlihat kelabu dan terasa pahit. Kerabat kami sedang menghitung hari melahirkan dan bahkan sudah berencana untuk cuss langsung aja bikin anak kedua setelahnya.

Padahal saya, satu aja belom.

M.e.w.e.k

Akhirnya saya sadar dan ngerti apa yang dirasakan oleh Melati. “welcome to the club, sista!!”

Well you only need the light when it’s burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you’ve been high when you’re feeling low
 

Ehm, ini postingan ngalor ngidul gini, intinya apa sih?

Yaa, ternyata ngomong alias komen atas apa yang dialami oleh orang lain tuh lebih gampang yak. Tiap orang bisa jadi komentator, tapi giliran ngalamin dan ngerasain sendiri ? Cupuu ajee *tunjuk diri.

Saya masih harus (dan terus) belajar supaya jadi pribadi yang bijak bersikap dan berempati. Tak lupa juga untuk bersyukur!!!

Catatan bagi diri sendiri sih ini. Hehe

Happy weekend, temans!! 🙂

 

Advertisements

6 thoughts on “Eating crow

  1. putriphita

    kalo kata suami saya mah ya neng..

    stop bandingin diri sama orang lain, bikin kufur nikmat, dekk!!

    i dont compete with others, i compete with my own self. seems better right?

    Reply
    1. NanaBanana Post author

      yup, beculll. suamiku juga begitu. sudah sadar sekarang mah (semoga seterusnya eling yak..aamiin).
      Tapi masi suka pedih sih kalo lewat toko baju dan perlengkapan bayi…aduhhh.

      Reply
  2. fani

    Haiiiii .. salam kenal juga …
    Langsung blogwalking abis dirimu komen ..
    Manggilnya apaan yah enaknya ?
    Huffff ternyata bukan akuhh ajah ya yg ngerasain itu .. deuh nyesek bgt tiap ada yg hamil …lahiran .. lewat toko bayi …
    Tapi surely .. bakal indah pada waktunya …

    Reply
    1. NanaBanana Post author

      Ihhh senangnya dikunjungi *pelukpeluk*.
      Panggil nana atau banana, barebas lah 🙂
      Nahh,,yang soal toko bayi,,,benerrrr bangettt.
      Semoga indah pada waktunya ya..Aamiin.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s