The One

“How do you know he’s the one?”

Adalah pertanyaan yang sering ditanyakan sahabat dan kerabat saat mengetahui rencana pernikahan saya. Wajar karena saya menikah di usia yang sudah tidak muda lagi *tenggak jamu awet muda.

Padahal  cerita sehingga saya menikah tuh udah memukau bak dongeng saja loh *geer selangit.

Jalan menuju pelaminan ini sangatlah berliku bagi saya. Rasanya sudah habis emosi, waktu, harta buat nyari “mantu” buat sang baginda ratu. I was drained, mostly emotionally by this…eciee!!!

Frankly speaking, marriage is not my thing. Saya tidak memiliki rasa menggebu untuk menikah. Apalagi ditambah dengan berlikunya proses (perjodohan!! Dahh…aib gw kebuka semua inihh), saya makin skeptis aja.

Cerita gimana perjalanan saya hingga menikah emang tampak cemen sekali, gegara jebakan betmen.Namun, kalo dipikir-pikir lagi, Dia telah memilihkan jodoh saya dengan cara yang terindah, dalam timing yang terbaik menurut rencanaNya.

h&w

Ada 2 “pertanda” yang diberikan olehNya yang memantapkan saya untuk melanjutkan proses.

Yang pertama, saya agak lupa kapan tepatnya, kalo ga salah sih bulan Mei saat pengajian bulanan Saung Istiqomah KBRI Singapura. Temen kost curhat kalo dia “dikenalkan” ama seorang pria. Temen saya ini (jauh) lebih muda dari saya dan berparas cantik. Sang pria ini berniat serius menjalin hubungan.

Namun, kawan saya ragu karena sang pria usianya lebih muda (beberapa bulan ajah!! *gemessshhh). Saat itu saya berkata (dan saya masih ingat dengan baik sampe sekarang)

“Kalo saya mah, saya akan terima jikalau ada pria muslim yang melamar. Apalagi kalo umur dibawah saya, karena dibalik kemudaannya, dia bersedia untuk bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup istrinya”.

Katanya sih konon ucapan saya tsb dicatat oleh malaikat dan menjadi doa yang diijabahNya.Karena, Emakkkkk….kejadian deh akhirnya. Si dia yang notabene lebih muda meminta saya untuk menikahinya.

Yang kedua, ini terjadi awal Juli, bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun lalu. Bapak suami waktu itu belon “nembak” cuma masi suka ngobrol biasa di WA aja. Saat iseng browsing, saya nemu blog mengenai pasutri yang hobi travelling berdua. Tampaknya seruuu banget. Si saya yang sebenernya seneng jalan-jalan tapi banyak ragunya sangat terkesan dengan cerita-cerita di  blog itu (sekarang lupa aja loh blog apaan yang saya  baca waktu itu yak? *tepok jidat). Ampe mbrebes mili bacanya (saru deh, itu blog travelling ato kisah sedih di hari minggu sih??)

Dan sempet terucap sebait doa,

“ Ya Allah, saya juga mau dong dikasi jodoh yang suka travelling. Saya pengen bisa jalan-jalan bersama suami”

Ndilalah suami saya ini penyuka travelling. Lha wong ketemunya aja pas travelling.

Jadi dibalik jawaban lempeng saya “ sono cinta sini demen sih”, sesungguhnya ada petunjuk dariNya yang jelas bagi saya.

So how can l question this man?

Meski begitu, bukan berarti ga ada godaan loh ya. Sementara (mungkin) godaan bagi para capeng lainnya berupa munculnya godaan cinta lama, godaan yang saya terima tepat 2 hari sebelum keberangkatan menemui calon mertua adalah tawaran pekerjaan yang udah lama saya impikan.   Aduhh…Dia Yang Maha Mengetahui sungguh tahu deh kalo saya sangat mudah tergoda oleh karir. (workaholic much?).

Alhamdulillah setelah diputuskan untuk menikah (say gudbay ama karir impian dah), semua langkah persiapan mulus-mulus aja. Semoga mulus terus ampe surgaNya. Aamiin.

So, is he the one?  Yes, he definitely  is. 🙂  *tebar senyum manis sejuta madu.

 

Advertisements

4 thoughts on “The One

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s