Ramadhan perdana

Ngikutin postingan  neng putri , sekarang giliran saya cerita soal ramadhan perdana saya dan suami.

Suami mengunjungi saya wiken lalu, salah satunya ya supaya ngerasain ramadhan pertama sebagai suami istri.

Dia bahkan sangat excited, sementara si saya mah lempeng ajah. 🙂
Bukan ga excited, tapi karena teu kabayang lah, kek gimana sih ramadhan bersama suami.

Saya sendiri excited dengan ibadah shaum dan sholat tarawehnya, karena pengalaman mengajarkan betapa syahdunya bulan ini.

Doing it with the husband? I’m completely clueless.

Menyambut kedatangan suami, saya sudah siap dengan perkedel. Ga 2 kilo tapinya hehe!
Suami juga membawakan pesanan saya, rendang dan tempe orek buatan mama mertua plus bawang goreng dan mie telor kering.

29 Juni – hari pertama

Bangun jam 04.30 pagi terus goreng perkedel disambi bikin nasgor. Bumbu nasgor nya cuma bawang bombai ama bawang putih aja, trus kasi telur dan sayuran 3 warna (kacang polong, wortel dan jagung manis).

Menu sahur : nasi goreng + perkedel ala sang nyonya alias saya J ditambah dengan rendang dan tempe orek.

Hasil: aman sejahtera bin kenyang 😛

Bukanya sendiri diluar karena suami ngajakin ke gardens by the bay dan kami masih disana pas magrib.

Akhirnya ngebut jalan ke arah Marina Bay Sands dan makan di rasapura food court.

Menu: nasi padang (ayam +oseng pare) buat saya dan yong tau foo (bakwan malang kalo kata suami sih) buat suami.

Hasil: gondok karena harganya jauuuuh diatas harga foodcourt biasa. Lokasi menentukan harga yee? 😦

 

30 Juni – hari  kedua

Bangun jam 04.30 terus masak mie goreng, dikasi potongan ayam dan telor, plus kol dan sawi ijo.
Bahan sudah disiapkan sevelumnya jadi tinggal ngolah aja. Dan sisa perkedel juga dong ah.

Menu sahur: mie goreng + perkedel

Hasil: kenyang!!

Hari ini suami pulang jadi yah bukanya sendiri-sendiri.

Trus gimana rasanya ramadhan perdana dengan suami?
Masi belon menggigit (emang robot deh diriku ini hiks), yang kerasa cuma jadi bangun dan masak sahur aja.
Seneng sih, karena menuntut tindakan sigap dalam memasak dan menyiapkan makanan.

Apalagi suami bilang masakannya enak hihi *umpetin golok dibalik baju.
Dan dia sempet bilang,  “Alhamdulillah, seneng deh dah nikah pas puasa tahun ini”. Disambung dengan “ makasih istriku”.

Jawaban  istri?  Cuma “Hmm” (terus ngeloyor pergi).

Dalam hati sih ya seneng, tapi ga terekspresikan dengan baik nampaknya (pembenaran biar ga disebut berhati dingin wkwkw).

Gimana soal  ngebangunin suami? Apakah diusap lembut dan dibisikkan kata-kata mesra? (geliiii nulisnya jugak!!).
Ga dong, taro aja makanan di deketnya trus ngomong ” ya udah kalo ga bangun, aku ga ikutan kalo keburu imsak loh yah”. hihi, sungguh berbudi pekerti luhur yak? Tapi kan efeknya suami jadi bangun…so, saya masi kemasuk istri yang baik thoh? *senyum semanis madu.

Meski telat, saya dan suami mengucapkan selamat menunaikan ibadah shaum ramadhan ya.
Semoga kita semua diberi kemudahan dan kelancaran dalam menjalankannya.
Semoga kita bisa memaksimalkan ibadah kita.
Dan diberi kesempatan untuk bertemu ramadhan kembali di tahun-tahun mendatang. Aamiin.

 

keep-calm-and-keep-shaum

 

Advertisements

4 thoughts on “Ramadhan perdana

  1. putriphita

    Neng..subuh disana jam berapa?Asik abis bangun jam 4.30 masih sempet masak..istri sholehah banget si kamu *cium*

    Aku kmrn bangun jam 4.30 dan cuma aku yg makan, suami aku, aku cekokin sari kurma aja *cry* haha

    Reply
    1. NanaBanana Post author

      oh iya, informasi yg krusial malah tak tercatat. subuh disini jam 05.39 pagi. dan karena gantian masaknya, jadi saya masak jam 04.30 aja, biar makannya ga jauh2 dari waktu subuh. hihi

      Reply
  2. YaNda

    Neng, aku lama ga mampir postingan udah banyaak ternyataa.. dan bernuansa kesedihan.. 😦

    Doa dari Jakarta, though you already got an angel specially praying for you from above..

    Smangat ya Ceu… (semangat konsepsinya juga.. hihi..)

    Reply
    1. NanaBanana Post author

      Neng Yanda….*peluk dan cipikacipiki
      Hatur nuhun atas doanya..and indeed, the thought of having our special angel praying for us from above is one of the things that keep us going. Inshaa Allah.
      Ehh..si saya belum ngimel mau nanya2 tea nya? hadeuhh…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s