Nol ke Nol

Nol ke Nol

Nol ke Nol

Ini adalah tulisan si sayangku itu saat nyampe ke rumahnya setelah acara lamaran selesai. My favourite!
Entah kenapa saya ngerasa kayak ikut dalam “perjalanan” tersebut.
Picture from: here

Nol ke Nol

Nol kilometer per jam
Detik berdetak serasa lambat
Roda pun masih terdiam berpadu kerikil jalan
Gelisah menunggu dibelakang kemudi
Sekilas melirik cermin
Tuhan…lindungi langkah kami

Lima kilometer per jam
Ahh…akhirnya mencairlah kekakuan in
Percepatan berpindah
Kepulan asap knalpot mulai menghempas debu jalanan
Mentari pagi pun tersenyum  hangat
Untukmu…nantikan kami disana

Empat puluh lima kilometer per jam
Jemari makin lihai menari
Meliak liuk ikuti irama kelok jalan
Jarak masihlah terlalu jauh
Tapi pasti..mereka menanti

Sembilan puluh kilometer per jam
Kaki tak kalah gesitnya
Silih berganti menghentak
Pertahankan harmoni
Seakan mengerti bisikan hati
Yang mulai tak sejalan dengan nalar

Seratus tigapuluh kilometer perjam
Lintasan menantang raga
Adrenalin tak terbendung lagi
Kendali liar bergetar
Mesin menderu sesakkan telinga
Hanya senyummu sanggup sadarkan segalanya

Nol kilometer per jam
Aku disini
Di hadapanmu

 

Hai kamu yang suka bikin hati ini cenat cenut!
Aku rindu *gambar hati lope lope

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s