7 Des 2013 – Akad Nikah

Disclaimer : saya tidak disandingkan dengan (calon) suami selama proses akad berlangsung. So cerita sampai proses ijab Kabul ini murni berdasar pada pendengaran saya (yg ga bisa sepenuhnya dipercaya jugak sih) dan hasil foto.

So here we are, at last, on the most important part. The holy matrimony aka Akad nikah.
Rencananya akad dimulai jam 8 pagi dan resepsi jam 11. Asumsi saya, 2 jam cukuplah untuk touch up. Dan ini didukung oleh sepupu yang biasa menangani wedding, pun sang MUA idola.
Bapak penghulu pun dengan pede bilang kalo dia siap datang jam 7 pagi. Ishh congkak betul karena aktualnya dia datang menjelang jam 9 ajah. Zanzimu palsu, pak! *muka judes.
Awalnya saya sudah meminta agar prosesi penyerahan CPP dan seserahannya dilakukan jam 8 saja sambil menunggu kedatangan pak penghulu. Sayangnya, budhe yang bertindak sebagai dukun manten dan om selaku MC acara tidak mau. Alesannya karena acara harus berturutan dan berkesinambungan karena kaitannya dengan kesinambungan kehidupan rumah tangga nantinya, begitu menurut pakem jawa.
Superstitious? Entahlah, tapi akhirnya ya CPW mingkem aja dan manut.

Akhirnya setelah pak penghulu datang (ternyata uda ada kawinan sebelom acara saya), acara resmi dimulai dengan prosesi penyambutan dan penyerahan CPP.

Kedatangan CPP

Kedatangan CPP

Pengalungan bunga

Pengalungan bunga

Off to akad area

Off to akad area

Seperti yang telah dibahas sebelumnya disini, karena pada saat lamaran seserahan atau peningset belum diberikan, maka sebelum akad dilakukanlah proses penyerahan seserahan (belibet yak  nulisnya).

Wakil keluarga CPP

Wakil keluarga CPP

Wakil Keluarga CPW

Wakil Keluarga CPW

Rombongan keluarga CPP & seserahan

Rombongan keluarga CPP & seserahan

Penyerahan seserahan

Penyerahan seserahan secara simbolis

Setelah selesai semua itu seserahan diserahkan (err..lidah keriting dah), akhirnya prosesi akad nikah dimulai. Dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan saritilawah. Ibu saya mengundang pak ustadz pimpinan pesantren di dekat rumah beserta santrinya yang adalah seorang hafidz, sehingga bacanya ga pake mushaf. Hamdallah wa syukurillah, senang deh dengernya.

Setelah itu, semua proses acara dipimpin langsung oleh pak penghulu.

Meja Akad

Meja Akad

Kalau pengantin lain sibuk dag-dig-dug menjelang dan selama ijab kabul berlangsung, hal tsb tidak terjadi pada saya. Bukan karena sini tegar dan berhati batu yah, tapi entah kenapa saya sama sekali tidak mendengar prosesi maha penting ini. Mungkin juga konsentrasi terpecah karena kemungkinan saat ijab kabul berlangsung, perias adat baru sadar kalau aksesoris telinga (semacam anting) terbalik pemasangannya. Terus, daun sirih berbentuk wajik di kening (mbuh, apa namanya) juga belum dipasang. Belum lagi kain yang dipasang terbalik. Walhasil, disaat terpenting itu, saya malah lagi sibuk dirubung ama perias dan MUA.

Belon lagi para sepupu yang heboh moto-motoin saya. Haha. Makanya saya penasaran nih, pengen liat hasil videonya. Apakah suami lancar bacaannya yak? hihi. Pokoknya saya bener-bener blank dan ga denger apa-apa sampai akhirnya lagu Barakallah-nya Maher Zain diputar. Sempet bengong karena saya sudah berpesan agar lagu ini diputar setelah ijab kabul selesai diucapkan. Di kepala saya, saat itu ijab kabul masi belom dilafadzkan.  Ngaretnya acara akad memang bikin urutan acara ga sesuai rundown yang saya buat.  Ah, mungkin diputar duluan sambil menunggu proses persiapan dimulai, fikir saya. Jadi, tanpa saya ketahui, saya telah sah menjadi istri sang tuan besar. ahh,,,ga bisa kabur lagi nih. hihih.

Kurleb, seperti inilah prosesinya.

Ijab Kabul

Ijab Kabul

Tanda tangan

Tanda tangan

Nasihat pernikahan

Nasihat pernikahan

Pas, saya dipanggil keluar pun saya masi menganggap kalo rencana ijab kabul diubah, jadi saya akhirnya disandingkan dengan CPP. Ter-la-lu!! Saya masi belom sadar status yang berubah jadi “nyonya” saat itu. Emang beda antara budeg ama naif itu tipis, sodara!

Sampai akhirnya saya diapit oleh pakdhe dan budhe saya menuju area akad. Lhaa, saya udah jadi istri thoh? *tepok jidat.

Tanda tangan dokumen nikah

Tanda tangan dokumen nikah

Dilanjut dengan penyerahan mahar dan pose-pose wajib akad nikah.

Penyerahan mahar

Penyerahan mahar

Pose wajib :)

Pose wajib 🙂

Pamer buku nikah

Pamer buku nikah

Pemasangan cincin kawin

Pemasangan cincin kawin

Sahhhh

Sahhhh

Advertisements

One thought on “7 Des 2013 – Akad Nikah

  1. Pingback: 7 Des 2013 – Resepsi | ourlivetogether

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s