6 Des 2013 -Pengajian dan Siraman

Dikebut nih ceritanya, mumpung ingetan masi nempel. Ini aja udah lupa-lupa detilnya. *ditabok pembaca *emang ada yang baca? Hihi.
Seperti yang sudah ditulis sebelomnya (disini ) saya yang nentuin tanggal dan hari pernikahan. Sengaja saya pilih supaya pengajian jatuhnya di hari jumat. Meski semua hari itu baik, tapi saya pengen supaya momen ini jatuhnya di hari Jumat. Ga perlu lah ya saya jelasin apa keutamaan hari Jumat ini.

Yang pasti, pagi-pagi semua udah sibuk nyiapin dan ngehias kotak seserahan saya. Saya cuma bisa pasrah dan ngurut dada ketika hasilnya berupa burung dan mahluk hewani lainnya. Hehe.
Dan keputusan tukang dekorasi rumah buat ngeberesin semua dekorasinya kemaren itu dirasa tepat sekali. Udah riweuh kalo kudu ngedekor hari ini mah hehe.

Vendor siraman pun datang pagi-pagi sekitar jam 10-an dan ngeberesin semua persiapan siraman.
Sayangnya, CPW riweuh juga sehingga persiapan pengajian pun dikebut. Sampe tamu-tamu datang, si saya masi bedakan di kamar. Haha.

Untuk pengajian ini sendiri, saya request supaya dibacakan QS. AR-Rahman, surat favorit saya. Pengajiannya sendiri dimulai ba’da Dzhuhur sekitar pukul 12.30-an lah.
Selain itu mah saya pasrahin saja pada group pengajian baginda ratu. Alhamdulillah yang hadir rame dan rumah yg sempit pun penuh sesak hehe.

pengajian

Di acara siraman ini sebenernya baru sadar kalo saya sama sekali ga ada persiapan.
Jadi yah, sebagai capeng (sok) sibuk, saya sudah browsing dan mencari tau tata cara prosesi adat jawa (cerita soal prosesi ini nyusul ya). Karena calon suami kan jawa-nya abal-abal tuh (saya juga sih sebenernya hihi). Saya juga kasi list itu ke vendor dokumentasi supaya mereka tau apa-apa yang kudu dicapture (dan ternyata masih ada aja beberapa yang missed… hiks)

Bodohnya saya, saya fikir siraman tuh ya sekedar sungkem dan siraman aja.Ternyata cukup lengkap prosesi adat yang dilakukan selama siraman ini.
Walhasil selama acara, saya bener-bener bengong karena semua isi upacara dijalankan dalam bahasa Sunda. Ya sutralah.
Btw, ibu saya yang mengatur soal siraman ini. Saya mah duduk manis dan tau beres aja. Ibu saya sendiri maunya siraman plus kecapi suling dan sinden. . Hamdallah dapat vendor yang lumayan murah meriah.

Selesai pengajian, para ibu-ibu tersebut duduk dan menunggu di luar.
Saya sendiri baru tahu kalo ibu-ibu pengajian itu nantinya mengiringi acara siraman dengan sholawat-an. Hehe.

sholawat

Lanjut ke acara siraman.
Prosesi yang saya jalani adalah sbb:

Ngecagkeun Aisan
Dimulai dengan calon mempelai wanita keluar dari kamar secara simbolis di gendong oleh Ibu. Sementara ayah calon mempelai wanita berjalan di depan sambil membawa lilin menuju tempat siraman.

siraman

kacapisuling

Ngecagkeun Aisan

Wajah masi senyum manis dan turned out to be the only picture I look good on. Karena baru aja prosesi dimulai, si saya uda mewek aja dong. Huhuu…sedih mamihhh!!!

Setelah ortu duduk di kursi yang telah disiapkan, upacara dimulai dengan saya menyalakan palika atau pelita (lilin) sebanyak tujuh buah. Jumlah tersebut mengandung makna rukun iman (?) dan jumlah hari dalam seminggu.

palika

Ngaras
Berupa permohonan izin calon mempelai wanita kepada kedua orangtua dan dilanjutkan dengan sungkeman serta mencuci kaki orang tua.
Saya sendiri tidak memohon ijin secara langsung dsini, bapak MC lah yang mewakili  pernyataan keinginan saya untuk menikah dengan sang pujaan hati, jejaka depok idaman ihiy!!
Secara muka saya udah ga keruan bentukannya yah, dan supaya selaras jg kali ya wong saya sama sekali ga pinter Bahasa Sunda halus. Jawaban ortu pun tentunya diwakili oleh bapak MC.
Udah deh, airmata, ingus dan muka bengepppp.
Dan prosesi sungkeman sendiri ga cuma ama ortu aja. Pakdhe budhe dan kerabat dari ortu saya pun saya sungkemin tuh. Hehe. Mewek berjamaah lah yah.

ngaras

Pencampuran air siraman
Kedua orang tua menuangkan air siraman ke dalam bokor atau mangkuk dan mencampurnya untuk upacara siraman.

siraman

Siraman
Dengan diawali dan diirngi musik kecapi suling, saya dibimbing menuju tempat siraman dengan menginjak 7 helai kain. Siraman calon pengantin wanita dimulai oleh ibu, kemudian ayah, disusul oleh para sesepuh. Jumlah penyiram ganjil dan saya sendiri disiram oleh sekitar 7 orang.
Sambil disiram, saya disuruh oleh Bapak MC untuk terus babacaan (membaca sholawat serta ayat kursi).  Para ibu pengajian pun mengiringi prosesi ini dengan pembacaan sholawat.

Setelah selesai siraman, saya kemudian berwudhu.

siraman3 berwudhu

Nah saya fikir selesai sampai disini. Ternyata, di dasar bokor/wadah air siraman itu ada beragam uang logam.
Setelah prosesi siraman selesai dilakukan, uang-uang tersebut kemudian dilempar/disawer ke para tetamu.
Hihih…ini bagian yang paling hepi nampaknya. Bisa dilihat dari lebarnya senyum dimuka dikami. Hehe.

sawer

Dan ditutup dengan dibopongnya saya oleh kedua ortu. Haha…nyokap dah jerit-jerit aja disuruh ngebopong anaknya yang segede bagong inih.
Upacara siraman ini sendiri biasanya dilanjutkan dengan ngeuyeuk seureuh, namun kami ga melakukan itu.
Jadi acara H-1 selesai disini.

Advertisements

One thought on “6 Des 2013 -Pengajian dan Siraman

  1. Pingback: 7 Des 2013 – Resepsi | ourlivetogether

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s